Mungkin anda bisa tersenyum hari ini…. ;p
BALADA WAKIDJAN
Wakidjan begitu terpesonanya dengan permainan piano Nadine.
Sambil bertepuk tangan, ia berteriak, “Not a play! Not a play!”
Nadine bengong. “Not a play?”
“Yes. Not a play. Bukan main.”
Tukidjo yang menemani Wakidjan terperangah.
“Bukan main itu bukan not a play, Djan.”
“Your granny (Mbahmu). Humanly I have checked my dictionary kok.
(Wong aku sudah periksa di kamus kok)”, Wakijan mbantah.
Lalu berpaling ke Nadine. “Lady, let’s corner (Mojok yuk).
But please don’t think that not not (Jangan berpikir yang bukan-bukan).
I just want a meal (ngemil)”
“Haphazardly you Djan…(Sembarangan kamu, Djan),”
Tukidjo tambah gemes.
“New know kok have asked for eating
(Baru kenal kok sudah ngajak makan)”
“Don’t be surplus (Jangan berlebihan), Djo.
Be wrong a little is OK toch.? (Salah sitik ra po-po, toh).
Important is brave (Sing penting wani,gitu loh…) “
Nadine cuman senyum kecil. “I would love to, but …”
Tukidjo merengut, “Don’t want sister” (Jangan mau mBak)
katanya pada Nadine.
“You are broken towel, don’t trust…”
(Sampeyan digombali, ojo percoyo)
“Sorry if my friend made you are not delicious
(Maaf kalau teman saya bikin kamu jadi nggak enak)
” sambut Wakidjan ramah.”That’s OK.
Different river, maybe (Lain kali, barangkali).
I don’t push up (Saya nggak maksa kok).” sambungnya lagi.
Setelah Nadine pergi, Wakidjan menatap Tukidjo dengan sebal.
“Disturbing (ngaco) aja sih, Djo.
Is the language belong to your ancestor
(Emang itu bahasa punya moyang lu)?”
Tukidjo masih ngeyel: “Just itchy Djan,
because you speak English as
delicious as your belly button.”
(Gatel aja Djan, soalnya kamu ngomong
Inggris sa’enak udelmu dewe).
Wakidjan cuman bisa merutuk dalam hati,
“His name is also effort.”
(Namanya juga usaha),
“Weighing no speak (Timbangane gak ngomong)…”
hua ka..kaa..kaaak…..