Sepenggal cerita… ^_^
Bagi Alia..kenangan yg paling takut ia buka adalah bersama Jendi..waktu-waktu yang berarti, senang sedih semuanya berbaur. Kadang mengingat Jendi membuat seluruh hatinya runtuh, ia tersenyum namun butir-butir hangat perlahan menetes di pipi dan tak bisa ia tahan..sekuat apa pun ia bertahan, rasa cinta itu jauh lebih kuat dan lebih hebat darinya. Rasa itu mampu menyentuh seluruh saraf dan nadinya, apa karena pelukan pertama? ia rasa tidak..sentuhan pertama? juga tidak..tapi ini rasa disayangi yg berbeda, Jendi membuatnya merasa istimewa..membuat alia jatuh padanya, dan sekarang alia harus mampu berdiri kembali..
Alia tau ia mampu tanpa Jendi, bisa hidup tanpanya..masih tetap beraktifitas seperti biasa. Tapi sang hati tidak pernah sama lagi seperti dulu, tanpa Jendi tau dan sadari..kini hati Alia tak mampu bangkit kembali, ia koma atas kenyataan, bahwa semuanya hanya menjadi kenangan..sang hati bahkan berharap ia amnesia sehingga tak merasakan cinta Jendi dan tak juga mencintainya.. namun Alia sungguh mencintai kenangan-kenangan itu layaknya harta yang paling berharga..tak seorang pun berhak mengambil kenangan itu darinya..
Selalu dengan kata andaikan saja, jikalau, apabila..namun sungguh Alia tak berani sedikit saja membayangkan Jendi lah takdirnya. Walaupun saat ini Alia benar-benar membutuhkan Jendi, Alia hanya tersenyum dan berharap dapat melihat, menyentuh dan mendengar suaranya lagi..menatap mata yang penuh kasih sayang itu, yang tersenyum dan memeluknya dengan hangat..
Sungguh masa depan itu merupakan suatu misteri.. Saat ini bagi Alia, mengenal Jendi dan menjadi bagian dalam perjalanan hidupnya adalah sebuah kebahagiaan.. ^_^